Marketing 2026

Showing posts with label Marketing. Show all posts
Showing posts with label Marketing. Show all posts
Textual description of firstImageUrl

Cara Menghadapi Klien Yang Cerewet Secara Efektif

Kesel? Yah itulah yang dirasakan semua orang ketika berhadapan dengan orang bawel alias cerewet. Lalu bagaimana jika itu adalah calon customer Anda? Bagaimana cara menghadapi klien yang cerewet secara efektif? Di artikel kali ini admin akan sharing sedikit tentang bagaimana menghandle pelanggan yang bawel.

Pelanggan cerewet tidak selalu buruk. Di sinilah keprofesionalan dan kesabaran Anda dibutuhkan. Selama cerewetnya masih dalam batas manusiawi dan tidak menyerang pribadi Anda maka maka hadapi dengan senyuman haha. Karena klien atau pelanggan cerewet seringkali malah menjadi customer setia jika Anda mampu memberikan kepuasan atas layanan atau produk yang mereka butuhkan.

Cara Menghadapi Klien Yang Cerewet Secara Efektif


cara menghadapi klien cerewet bawel dan mengesalkan

Seorang marketer yang sudah berpengalaman menghadapi berbagai macam tipe orang akan segera tahu tipe klien seperti apa yang sedang dia hadapi. Go with your insting..! Deteksi awal ini sangat penting untuk menentukan cara menghadapi klien cerewet ke tahap yang lebih jauh. Oleh karena itu melatih insting dengan cara sering berkomunikasi dengan orang akan sangat membantu mendeteksi dini macam-macam tipe pelanggan. Berikut ini 3 tipe pelanggan cerewet dan cara mengatasinya :

1. Klien Cerewet Tapi Asik dan Bersahabat


Klien seperti ini amat sangat banyak saya temui. Mereka menanyakan berbagai hal sedetail-detailnya hingga saya merasa seperti sedang diwawancari wartawan. Akan tetapi karena cara bertanyanya bersahabat dan asik saya selalu menjawabnya dengan santun dan disela bercanda.

Seperti waktu lalu ada klien sebuah project, semua ditanyankan mulai dari A sampai Z dia tanyakan bahkan yang menurut kebanyakan orang termasuk lebay. But it's okay selama orangnya friendly. Sempat juga saya kesal hingga berfikir untuk nyerah saja sama ini orang. Ga dapat order dari dia ga masalah haha... Dan saya membalikkan pertanyaan kepada si klien.
"Mosok hal seperti ini aja ditanyakan mas? Selama 8 tahun saya ngadepin orang baru kali ini lho nemu orang nanya sampe kayak gini..."
Tapi jawaban tak terduga yang saya dapatkan, si masnya menertawakan saya dan akhirnya langsung sign kontrak.

2. Klien Cerewet dan Bossy


Menghadapi klien cerewet yang bossy pertama kali yang perlu Anda tegaskan adalah, Anda punya standart kerja dan standart kualitas serta harga sendiri. Pelanggan tipe ini seringkali mau mengatur semuanya menurut kemauan dia. Mungkin karena merasa telah membayar untuk service atau produk yang dia mau.

Jelaskan dengan tegas bahwa produk Anda memiliki standart layanan yang sudah ditetapkan. Jika mau ada tambahan ini itu alias custom berarti akan dikenakan charge tambahan. Jika klien menyetujui silahkan dilanjut, tapi jika klien menolak lebih baik tinggalkan. Jika dilanjutkan hanya akan membuat kepala Anda pening. Anda juga harus menetapkan batasan kapan harus maju dan kapan harus mundur saat negosiasi.

3. Klien Cerewet, Bossy, Arogan Tapi Pelit


Pelanggan jenis ini sangat jarang ditemui, amat langka. Tapi pasti Ada. Yang perlu Anda lakukan saat ketemu spesies ini adalah mencatat namanya dalam arsip klien yang diblacklist, jangan pernah berurusan dengan pelanggan model ini. Walaupun perkiraan keuntungan materi yang akan Anda dapatkan besar. Tapi percayalah kerja tidak akan maksimal ketika Anda tidak dihargai. Dan kemungkinan yang lebih berat ketika project sudah berjalan mereka akan terus mengkritik atau minta tambahan di luar kesepakatan tapi tidak mau charge tambahan. Hal seperti ini hanya akan membuat Anda frustrasi, jengkel tapi harus menyelesaikan pekerjaan.

Selama bertahun-tahun saya pernah sekali mengembalikan uang DP dan mengusir klien dari kantor. Karena sang klien mengumpat kepada office boy di kantor saya. Mengumpatnya memang lirih, tapi kebetulan saya mendengar. Saat itu juga saya putuskan untuk membatalkan order dengan customer tersebut. Tim kerja bagi saya adalah keluarga, jika dia benar tapi disakiti maka saya pun merasa sakit. Belum apa-apa saja sudah memaki. Benar juga, ketika saya batalkan order ibu tersebut, dia langsung mencak-mencak dengan berbagai kata-kata kotor tidak manusiawi. Padahal di kantor sedang banyak klien lain.

Apa kata klien lain terhadap sikap saya tersebut? Mereka malah mendukung dan mengacungi jempol hehe. Kita manusia dan harus memanusiakan manusia.
Read More »
Textual description of firstImageUrl

7 Tipe Pelanggan Dalam Dunia Pemasaran dan Cara Mengatasinya

Sebagai seorang marketing tentu kita sudah bertemu dengan berbagai macam tipe klien. Ada yang cerewet, baik banget, rewel, polos alias tidak mengerti apa yang dimau bahkan ada rese hingga pantas disebut client from hell atau klien dari neraka. Sudah banyak para ahli yang mengajarkan kita berbagai karakter pelanggan dan cara mengatasinya tapi percayalah dalam praktek nyata sangat jauh berbeda. Pada kesempatan kali ini admin akan membahas soal 7 tipe pelanggan dalam dunia pemasaran. Pembahasan ini berdasar pengalaman real dari admin dan sharing dari beberapa kawan-kawan marketing.

7 Tipe Pelanggan Dalam Dunia Pemasaran dan Cara Menghadapinya


7 tipe pelanggan dalam dunia pemasaran dan cara mengatasinya

Dalam pembahasan 7 tipe pelanggan dalam dunia pemasaran ini akan kita bahas juga cara mengtasi berbagai karakter pelanggan tersebut.

1. Tipe Pelanggan Baik Hati


Bertemu tipe klien atau pelanggan seperti ini memang yang diinginkan semua marketer. Tidak perlu tenaga extra dan adu otot sehingga membuat stress. Klien seperti ini biasanya berawal dari kalangan terdidik yang dekat dengan lingkungan masyarakat. Bekerjasama dengan mereka tentu sangat menyenangkan.

Namun perlu ditekankan, walaupun klien kita super enak dan mungkin akan memaklumi sedikit kesalahan kita dalam melayaninya, Anda harus tetap memberikan yang terbaik. Jangan sesekali mengecewakan pelanggan tipe ini. Jika terjadi kesalahan yang tidak disengaja, segeralah minta maaf dengan mengklarifikasinya. Pelanggan seperti ini biasanya akan membawa klien lain alias merekomendasikan kita kepada koleganya jika mendapatkan pelayanan maksimal. Namun, jika kita mengecewakannya mereka tidak akan protes, tapi itu akan jadi yang terakhir mereka berbisnis dengan kita.

2. Tipe Klien Judes


Cara menghadapi klien judes seperti ini adalah tetap berusaha ramah dan sopan. Menurut beberapa pengalaman admin, pelanggan yang awalnya judes banyak sekali yang sebenarnya enak dihandle. Kuncinya adalah Anda harus menguasai suasana dan tentunya menguasai bidang yang sedang Anda pasarkan. Dengan seperti itu mereka akan menganggap Anda profesional dan dapat memberikan yang terbaik.

3. Tipe Pelanggan Yang Suka Membanding-Bandingkan


Berhadapan dengan tipe klien yang selalu membanding-bandingkan layanan kita dengan vendor lain. Klien seperti ini biasanya membandingkan dengan vendor lain dengan produk sama untuk mendapatkan penawaran harga lebih murah.

Yang perlu diingat adalah Anda punya standart sendiri, jangan sampai menurunkan standart layanan Anda hanya untuk mendapatkan order dari klien tipe ini. Berusahalah menerangkan nilai tambah yang membuat Anda pantas untuk mendapatkan harga tersebut. Jika hal ini tidak mempan, katakan pada mereka, "Silahkan order di tempat tersebut!"

Pengalaman Admin, klien seperti ini akan tetap order kepada kita. Kenapa? Karena ketika dia datang kepada kita sebenarnya dia sudah tidak cocok dengan vendor yang mereka bandingkan tadi.

4. Tipe Pelanggan Arogan


Tipe ini adalah yang paling menyebalkan dari 7 tipe pelanggan dalam dunia pemasaran. Sebagai seorang marketer dari tahun 2007, admin sudah kenyang berhadapan dengan tipe klien arogan. Seolah-olah karena sudah membayar kita lalu mereka bisa berbuat sesuka hati. Kepada klien seperti ini saya bilang "Silahkan order di tempat lain, kami tidak bisa melayani Anda."

Prinsip klien adalah raja sudah usang, kita bekerja memang untuk mendapatkan uang tapi kita juga ingin suasana kerja yang happy. Di luar sana masih banyak klien-klien potensial yang tidak bikin pusing. Karena sebagai marketing catering dan event, hubungan Anda dengan klien sangat menentukan sukses tidaknya event yang akan berjalan. Namun jika Anda memasarkan barang bukan jasa, silahkan Anda coba mendapatkannya.

5. Tipe Pelanggan Cerewet


Menghadapi klien cerewet memang membutuhkan extra effort. Klien cerewet alias bawel saya kategorikan menjadi 2 golongan :
  1. Klien cerewet karena tidak faham - Cara menghadapi klien cerewet jenis ini bagi saya malah menyenangkan. Saya malah mendorong para klien saya untuk menanyakan semua yang belum difahami hingga detail.
  2. Klien cerewet karena merasa paling tahu - Cara menghadapi klien sok paling faham adalah dengan menyajikan data dan fakta dan mereka pun akan diam. Kecuali orangnya memang ngeyelan.

6. Tipe Pelanggan Curang


Pelanggan curan termasuk salah satu yang mengesalkan dari 7 tipe pelanggan dalam dunia pemasaran. Cara menghadapi klien curang adalah dengan mendokumentasikan urusan bisnis. Ingat mereka akan memutar balikkan fakta bahkan membantah apa yang sudah disetujui. Namun jika memiliki dokumentasi yang bagus Anda bisa menskakmat klien ini. Salah satu trik yang saya lakukan adalah membicarakan urusan bisnis via aplikasi chat whattsapp dan jangan pernah menghapus chat tersebut sampai urusan selesai.

7. Tipe Konsumen Polos dan Baik


Polos di sini dalam artian klien Anda tersebut datang kepada Anda, membutuhkan jasa / produk Anda tapi sama sekali buta tentang apa yang dia butuhkan. Cara menghadapinya adalah terangkan dengan sabar, bantu dia untuk mendapatkan yang terbaik yang dibutuhkannya. Jangan sesekali memanfaatkan ketidaktahuan dan kebaikan klien untuk mengemplang harga. Karena hal itu hanya akan membunuh karir serta mematikan rejeki Anda.
Read More »